Menelusuri Jejak Langkah, Membangun Masa Depan
Sejarah
Divisi Ginjal Hipertensi
FKUI-RSCM
Pada awal berkembangnya ilmu penyakit dalam di Indonesia, di bawah pimpinan Prof. dr. Aulia, Sp.PD sebagai Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), ditunjuklah dokter-dokter untuk berfokus menangani berbagai bidang keilmuan subspesialistik yang sudah berkembang di luar negeri, termasuk bidang ginjal dan hipertensi.
Kala itu, Prof. dr. Oei Eng Tie, Sp.PD terpilih sebagai pemimpin pertama dari Divisi Ginjal Hipertensi di RSCM. Minat Prof. Oei Eng Tie terhadap dunia ginjal dan hipertensi memang tidak diragukan lagi. Beliau rajin menulis makalah tentang ginjal dan hipertensi. Kepemimpinan Prof. Oei Eng Tie dilanjutkan oleh sejawat beliau, Prof. dr. Boesjra Zahir, Sp.PD. Di masa kepemimpinan Prof. Boesjra, pengetahuan di bidang ginjal dan hipertensi pun terus berkembang. Prof. Oei Eng Tie dan Prof. Boesjra Zahir adalah dua figur penting di balik suksesnya pendirian Poliklinik Ginjal Hipertensi RSCM.
Saat memimpin, Prof. Boesjra memiliki asisten, yaitu dr. R.P. Sidabutar. Prof. dr. R. P. Sidabutar, Sp.PD, K-GH dikenal sebagai sosok yang menonjol dan saat itu masih terbilang muda. Namun karena kegesitan, keluwesannya bergaul dan pemikirannya yang visioner, beliau mampu bekerjasama dengan senior-seniornya, bahkan meraih apresiasi mereka.
Bergabungnya Prof. R.P. Sidabutar membawa angin segar dan mendorong terjadinya perkembangan pesat di Divisi Ginjal Hipertensi RSCM. Alhasil, banyak mahasiswa Program Pendidikan Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tingkat akhir yang melirik dan bercita-cita menjadi bagian dari divisi tersebut.
Saat Prof. Boesjra Zahir diangkat menjadi Rektor Universitas Andalas, Sumatra Barat, Prof. R.P. Sidabutar menggantikan posisi beliau sebagai Kepala Divisi Ginjal Hipertensi FKUI-RSCM. Selama masa kepemimpinan Prof. R.P. Sidabutar, Paviliun 2 RSCM bisa dikatakan berada di zaman keemasan. Prof. R.P. Sidabutar giat melakukan visite bersama para asistennya saat itu, yakni: dr. Roemiati Oesman, dr. Bachrens, dr. Pudji Rahardjo dan dr. Markum. Para asisten dapat berdiskusi secara bebas dengan Prof. R.P. Sidabutar.
Melalui pengajaran beliau, para asisten menyadari bahwa Prof. R.P. Sidabutar adalah sosok jenius dengan wawasan luas dan up-to-date. Tak hanya menonjol dalam relasi internasional, Prof. R.P. Sidabutar juga luwes bergaul dengan tokoh-tokoh dari fakultas kedokteran negeri dari berbagai daerah yang tertarik mendalami bidang ginjal dan hipertensi. Akibat pengaruh dan campur tangan beliau, berbagai fakultas kedokteran negeri di daerah mulai mendalami subspesialisasi ginjal dan hipertensi.
Our Expert Team
Imperdiet aliquet est vel nulla turpis eu consequat ullamcorper a egestas suspendisse faucibus eu velit, phasellus pulvinar lorem et libero et tortor, sapien nulla.
Margaret Anderson
Mark Anthony
Senior Pathologist
Samantha Wood
Subsribe To Our Newsletter
Stay in touch with us to get latest news and special offers.




